Kupas Tuntas Inovasi Bisnis Era Digital: Prodi Pendidikan Akuntansi UNY Hadirkan Owner Bebek Shinjay Jaya Group dalam Kegiatan Praktisi Mengajar dan Guest Lecture #1

Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) sukses menggelar program "Praktisi Mengajar dan Guest Lecture #1" bertajuk "Pengembangan dan Inovasi Bisnis di Era Digital". Acara yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, di Auditorium FEB UNY ini disambut antusias oleh para mahasiswa Pendidikan Akuntansi yang hadir untuk menyerap ilmu langsung dari pelaku industri nyata. Acara yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 10.30 WIB ini menghadirkan sosok inspiratif, yakni Bapak Hendri Hariyanto, S.Pd., Owner dari Bebek Shinjay Jaya Group sekaligus ex-Direktur PT Buma Cipta Rasa Otamah (Sate Teto). Kehadirannya memberikan angin segar bagi mahasiswa dengan membawa segudang pengalaman praktis di dunia bisnis kuliner yang telah teruji dalam menghadapi berbagai dinamika pasar.

Acara dibuka dengan sambutan dari Koorprodi S1 Pendidikan Akuntansi, Bapak Dr. Endra Murti Sagoro, M.Sc. dan dilanjutkan sesi pemaparan materi. Dalam pemaparannya, Bapak Hendri tidak hanya berbicara tentang teori, melainkan membongkar rahasia membangun bisnis yang kokoh melalui pendekatan mendasar namun strategis. Ia mengajak para mahasiswa untuk mematangkan konsep bisnis dengan menjawab pertanyaan krusial sebelum melakukan eksekusi:

  1. Identifikasi Keunikan Bisnis (What & Where): Menemukan apa sebenarnya core dari bisnis yang dibangun dan mencari pembeda (unique selling proposition) agar produk memiliki identitas kuat di pasaran.
  2. Pahami Urgensi Produk (Why does it matter?): Hendri menekankan pentingnya memahami alasan mengapa bisnis tersebut harus ada. "Kita menjual cerita klien kita. Pakailah sudut pandang konsumen terhadap produk yang ingin dijual," jelasnya.
  3. Kenali Target Pasar (Who is the target market?): Salah satu kunci sukses yang ditekankan adalah larangan untuk "salah sasaran". Pengusaha pemula harus mengenali potensi pasar mulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan teman.
  4. Momentum dan Peluncuran Kreatif (When & How to attract?): Memilih waktu peluncuran yang tepat serta merancang creative launch yang relevan dinilai akan menyelamatkan bisnis di fase awal kemunculannya.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, pelaksanaan kegiatan "Praktisi Mengajar" ini juga wujud nyata komitmen UNY dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini secara langsung mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan akses pembelajaran yang relevan dan aplikatif dari pakar industri. Selain itu, dorongan untuk mencetak wirausahawan muda sejalan dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) untuk menciptakan lapangan kerja baru, serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan pola pikir bisnis yang tanggap terhadap inovasi dan digitalisasi. Materi yang disampaikan oleh Hendri juga menyentuh aspek fundamental dari pola pikir (mindset) seorang wirausahawan sejati. Acara ini mematahkan stigma bahwa kesuksesan hanya diukur dari materi semata. Mengakhiri sesinya, Hendri meninggalkan pesan mendalam yang memantik semangat mahasiswa.

"Orang kaya dan sukses bukan hanya mereka yang memiliki banyak harta, tapi mereka yang kaya dan banyak memberi kepada sesama. Teruslah berdo'a, berikhtiar, dan beramal," tuturnya.

Program Praktisi Mengajar ini diharapkan dapat terus menjadi jembatan antara dunia akademis dan industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Akuntansi FEB UNY tidak hanya dicetak untuk mahir dalam pencatatan angka, tetapi juga memiliki insting bisnis yang tajam, inovatif, dan siap menjadi agen perubahan ekonomi di era digital.