Departemen Pendidikan Akuntansi Gelar Benchmarking Kurikulum dengan University of Wollongong Australia

Sebagai upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri global, Departemen Pendidikan Akuntansi sukses menyelenggarakan acara "Tinjauan dan Benchmarking Kurikulum". Mengingat pentingnya kolaborasi internasional, acara ini menggandeng University of Wollongong (UOW), Australia, dan diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh segenap jajaran Dosen Departemen Pendidikan Akuntansi. Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah pakar kurikulum dan akuntansi digital dari University of Wollongong, yakni Sanja Pupovac, yang juga menjabat sebagai Undergraduate Accounting Program Director serta Senior Fellow (Advance HE, UK).

Dalam sesi pemaparannya, narasumber menyoroti berbagai tren global yang saat ini tengah mengubah lanskap pendidikan akuntansi di seluruh dunia. Beberapa tren utama yang ditekankan meliputi integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Analitik Data, pemanfaatan Cloud Accounting (seperti Xero dan MYOB), serta pentingnya isu Environment, Social, and Governance (ESG) & Keberlanjutan. Selain itu, ditekankan pula pentingnya asesmen yang autentik, pemecahan masalah (berpikir kritis), dan orientasi pada kesiapan kerja lulusan (employability).

Sebagai bentuk nyata benchmarking, Sanja Pupovac membagikan praktik baik (best practices) yang telah diterapkan di UOW dalam merespons tren-tren global tersebut. Sejak tahun 2023, UOW telah mengintegrasikan proyek Xero, analitik dan visualisasi, serta sertifikasi industri ke dalam kurikulum mereka. Ke depannya di tahun 2026, UOW bahkan menargetkan integrasi antara Work-Integrated Learning (WIL) dengan AI.

Kegiatan ini tidak hanya berisi paparan dari narasumber, tetapi juga melakukan tinjauan mendalam terhadap kekuatan kurikulum yang saat ini berjalan di tiga program. Beberapa poin kekuatan utama (Key Strengths) dari kurikulum yang dibahas antara lain: 1) Penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang Kuat, dibuktikan dengan keselarasan yang jelas antara capaian lulusan dan desain kurikulum; 2) Agenda Transformasi Digital, melalui inklusi materi AI, fintech, dan analitik, Responsif terhadap Industri, melalui pelibatan industri, program magang, dan orientasi praktis; 3) Orientasi Profesional, yang berfokus kuat pada employability dan relevansi profesi; 4) Keberlanjutan dan Etika, yang secara nyata dimasukkan ke dalam kurikulum, dan pemetaan Kurikulum yang Komprehensif, guna memastikan perkembangan capaian pembelajaran mahasiswa.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Departemen Pendidikan Akuntansi berharap dapat memperoleh perspektif baru dan masukan yang konstruktif dari institusi bertaraf internasional. Langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata departemen dalam menyempurnakan kurikulum secara berkelanjutan, sehingga mampu mencetak lulusan pendidik dan praktisi akuntansi yang tidak hanya kompeten di tingkat nasional, tetapi juga berdaya saing di era digital global.